Jilbab Rajut, Definisi Rajut, dan Sejarah Rajut

Jilbab rajut

Jilbab rajut menyerupai mirip pashmina, yakni panjang dengan empat sisi. Bagi yang tidak suka bergo, ini ialah alternatifnya alasannya lebih kasual dan seringkali dikenakan pada acara sehari-hari. Jilbab rajut juga menjadi pilihan favorit wanita-wanita muslim. Mungkin alasannya detailnya kelihatan tepat yang diselipkan di sudut-sudut jilbab, dan terkesan sangat glamor bila dikenakan. Belum lagi kalau digabungkan bersama aksesoris-aksesoris tambahan yang pastinya menambah kesempurnaan.
Definisi Rajut, Merajut dan Rajutan
Ditambahin dikit bolehkan?? walau sedikit melebar dari Jilbab Rajut, tapi setidaknya sanggup menanbah wawasan kembali apa itu sebenearnya RAJUT atau DEFINIS RAJUT dan SEJARAH RAJUT
Merajut berdasarkan Wikipedia: (bahasa Inggris: knitting) ialah metode menciptakan kain, pakaian atau perlengkapan busana dari benang rajut. Berbeda dari menenun yang menyilangkan dua jajaran benang yang saling tegak lurus, merajut hanya memakai sehelai benang. Sebaris bacokan yang sudah jawaban dipegang di salah satu jarum rajut hingga dimulainya bacokan yang baru.
Merajut berdasarkan kamus besar bahasa Indonesia: (1) menyirat jaring-jaring, (2) menciptakan rajut;
Kata dasar dari merajut ialah rajut (me-rajut), rajut sanggup diartikan jaring / jala-jala atau materi pakaian yang disirat manual (menggunakan tangan) maupun memakai mesin rajut. Sedangkan Rajutan (rajut-an) sanggup diartiken materi pakaian yang dibentuk oleh tangan maupun mesin rajut atau sanggup pula diartikan hasil merajut. Orang kita biasanya mengenal dari materi / kain wol.
Sejarah Rajut
Negara Mesir tidak hanya populer sebagai kota tertua di dunia, namun dikenal juga sebagai sentra peradaban dunia di mana pakaian-pakaiannya dibentuk memakai teknik rajut. Semakin lama, tradisi merajut berkembang ke seluruh dunia dan menjadi suatu pekerjaan sampingan bagi kaum perempuan ketika itu.
Sebelum masa ke-19, ketika itu merajut masih memakai teknik yang sederhana,
yaitu benang wol dibantu dengan dua stik hakken yang dilakukan dengan tangan. Dan, jadilah pakaian-pakaian hangat, topi, vest, dan baju-baju bayi.
Dunia semakin berkembang, muncul sebuah inovasi mesin rajut beserta industrinya di masa ke-19. Bahan-bahan dari rajutan ini menjadi populer di Eropa. Kemudian, mulailah para desainer melirik jenis materi rajutan untuk busana olahraga pada musim dingin.
Semakin populer lah materi rajutan ke seluruh dunia, khususnya negara-negara yang mempunyai musim dingin. Pada tahun 1920-1930 rajutan merupakan jenis materi yang sangat booming, dari sweater, jaket, vest, kardigan, hingga baju untuk seragam para tentara Jerman pada ketika Perang Dunia II.
Memasuki tahun 1950, pakaian dari materi rajut mulai banyak perubahan, terutama pada motif, desain, dan tekstur. Pada penggunaan benang wol saja ada beberapa jenis benang yang sanggup dimanfaatkan untuk menciptakan kain rajut, menyerupai benang katun, polyester, dan serat sutera, yang dipintal menjadi benang. Pilihan ini menciptakan akibatnya menjadi sangat ringan.
Komentar
Loading...